Apindo Jateng Minta Harga BBM Segera Dinaikkan


SEMARANG - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Agung Wahono menilai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi harus segera dinaikkan. Pasalnya dengan semakin cepat harga BBM dinaikkan, pengusaha industri tidak lagi meraba-raba sehingga bisa melakukan planning ke depan dengan kenaikan harga BBM tersebut.

“Sebetulnya dengan kondisi sekarang ini biaya lebih mahal, oleh karena itu kami berharap BBM segera dinaikkan, karena dengan naik sekarang kami bisa lebih leluasa dan bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah ke depan. Kalau ditunda-tunda pengusaha hanya bisa menduga-duga, dan tidak bisa melakukan langkah yang pasti, dan jelas akan berdampak terhadap produksi,” katanya, Selasa (16/9/2014).

Agung mengaku, secara langsung kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan berdampak banyak terhadap dunia industri, karena kalangan industri tidak lagi mengunakan BBM bersubsidi.

Justru, kata Dia, yang berimbas langsung adalah kenaikan tarif dasar listrik. “Dengan kenaikan BBM kita masih bisa melakukan efisiensi,” tandasnya.

Sementara itu dari kalangan akademik, juga melihat kenaikan harga BBM memang perlu segera dilakukan. Karena dengan segera ada kepastian, masyarakat dan kalangan pengusaha tidak lagi harap-harap cemas.

Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, Nugroho melihat, memang dampak dari kenaikan BBM akan dirasakan oleh masyarakat, dan tentunya akan berdampak pada Inflasi. Namun dampaknya tidak akan terlalu besar.

“Sebenarnya BBM bersubsidi kan salah sasaran karena sebenarnya yang menikmati adalah masyarakat yang mampu,” katanya.

Terkait dengan masalah inflasi, menurut dia, akan bisa dikendalikan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan juga kelancaran distribusi barang.

“Sering kali sebelum harga BBM naik harga kebutuhan sudah naik duluan, di sini peran TPID untuk menekan laju inflasi,” jelasnya. © Sindo News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar