HUT Briedgase ke-1 : Malamnya Wayang Onthel, Esoknya Sepeda Santai

PERTUNJUKAN wayang onthel di halaman rumah Mbah Legi, di Dusun Seneng II, Desa Banyurojo, 
Sabtu (23/11/13) malam. (Foto: Iwan)
 SENENG II - Tidak kurang dari 200 orang memadati arena pertunjukan wayang onthel di halaman rumah Mbah Legi, di Dusun Seneng II, Desa Banyurojo, Sabtu (23/11/13). Malam itu, untuk pertama kalinya wayang onthel dipertontonkan di Dusun Seneng. Bangku-bangku yang disediakan terlihat penuh.

Andritopo, dalang Wayang Onthel, membawakan lakon yang berhubungan dengan pemilu dan pilkada, berjudul Adipati Klelep. Diceritakan, salah satu tokoh bernama Paijo, menyalonkan diri sebagai adipati di negara Pitarum. Dalam pemilu ini, Paijo akan bersaing dengan tokoh bernama Darso.

Dalam hal dukungan, Paijo sebenarnya lebih kuat. Sayangnya, massa Paijo terpecah menjadi 2 (dua) kelompok. Kubu pertama terdiri dari orang baik-baik. Mereka tidak suka mabuk, tak suka bikin onar.

Pendukung Paijo yang lain, berasal dari kalangan preman. Para begundal ini menyatakan siap memenangkan Paijo. Tapi syaratnya, kalau Paijo berhasil jadi adipati, kemenangannya harus dirayakan besar-besaran, dengan pesta-pesta.

Singkat cerita, Paijo memenangkan pemilu di negara Pitarum. Pesta besar pun digelar, sebagaimana diminta pendukung Paijo dari kelompok preman.
Darso, lawan Paijo, tak mau menyerah meski sudah kalah. Diam-diam, Darso menyusupkan orangnya ke dalam pesta kemenangan Paijo. Ia menyuplai ciu dan sabu-sabu. Para preman pendukung Paijo yang tengah berpesta, jelas makin gembira.

Mereka tidak tahu, saat itu Darso juga mengontak polisi. Akibatnya, semua yang sedang teler digiring ke bui, tak terkecuali Paijo. Meski akhirnya tetap memenangkan pemilu, Paijo jadi Adipati dari balik jeruji besi.

Selain Paijo dan Darso, tokoh-tokoh lain dalam wayang onthel meliputi Gondes, Kuncung, Kiai Genjot, Pak Jambul, Bu Jambul dan Gembus.

Andritopo mengatakan, pesan yang hendak disampaikan dalam lakon berjudul Adipati Klelep ini, adalah, bahwa tidak semestinya jabatan diraih dengan cara-cara yang tidak benar. Lebih baik tak punya jabatan tapi bisa hidup tenang, daripada jadi orang penting tapi harus berurusan dengan hukum.

Pertunjukan baru berakhir sekitar pukul 22.15 WIB. Dalam acara itu, warga berpesta nasi kluban. Mereka makan pakai pincuk. Pagelaran wayang onthel di halaman rumah Mbah Legi, diadakan untuk memperingati Hari Jadi ke-1 Briedgase atau Brigade Gowes Anak Seneng.

SEPEDA santai memperingati HUT ke-1 Briedgase (Brigade Gowes Anak Seneng),
Minggu (24/11/13) pagi. (Foto: Chaterine)
Keesokan harinya, Minggu (24/11/13) pagi, sekitar 200 anggota Briedgase dan warga Seneng I dan II turut dalam sepeda santai. Mereka menempuh rute jalan-jalan di Dusun Seneng I, Seneng II dan Perumahan Lembah Hijau.*** (Reporter : Iwan/Chaterine/Pakdhe Wotok)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar