Linimasa Riuh Ramai Terkait Letusan Gunung Slamet

Seorang bocah menemani ibunya di lahan perkebunan yang terletak di Desa Kutabawa, Karangreja, Purbalingga. Aktivitas warga di sekitar Gunung Slamet berangsur pulih. © Idhad Zakaria/Ant
Di Jateng Aktivitas vulkanik Gunung Slamet menjadi salah satu fokus perhatian santer media sosial sepekan terakhir. Dalam pemantauan Awesometrics selama 8 - 15 September 2014 Hal itu nampak terlihat.

Kata kunci "Gunung Slamet" di linimasa Twitter tercatat mencapai 1,159 kicauan Selama periode tersebut. Peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada 12 September oleh Gunung Slamet, memicu lebih dari 250 percakapan di linimasa. Dan siapa sangka, puncak percakapannya terkait hal ini justru terjadi pada 15 September dengan statistik mencapai 647 kicauan.

Memuncaknya percakapan justru didorong oleh penurunan aktivitas vulkanik. Hal ini sedikit berbeda dengan kondisi linimasa ketika merespon erupsi gunung berapi lain, seperti: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, dan Gunung Kelud. Pada tiga peristiwa sebelumnya, puncak percakapan justru menguat saat terjadi erupsi atau ketika aktivitas vulkanik meningkat.

Dilangsir Beritagar, kicauan paling berpengaruh datang dari akun @Metro_TV dan @infogunung. Banyaknya retweet yang diraih kedua akun tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk berbagi informasi seputar Gunung Slamet. Akun @infoslamet juga terpantau rajin memberikan kabar terbaru seputar gunung yang wilayahnya meliputi lima kabupaten di Jateng (Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Banyumas) tersebut.

Saat ini, Gunung Slamet masih berstatus siaga. "Aktivitas Gunung Slamet saat ini memang menurun. Namun, Gunung Slamet tetap dalam status Siaga," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Data Mineral RI Surono, dilansir Kompas.com, Senin (15/9).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar