Risiko Preeklamsia Bisa Dikurangi Aspirin


Kabar baik untuk wanita hamil yang berisiko tinggi terhadap preeklamsia, karena resiko tersebut dapat diredam dengan asupan aspirin dosis rendah. Hal tersebut dikemukakan Dr Jessica Herzstein, direktur Global Medical of Air Products and Chemicals, Inc. Aspirin juga mengurangi risiko terhambatnya pertumbuhan janin hingga 20% dan kelahiran prematur sebanyak 14%.

Menurut panduan baru yang diterbitkan 9 September lalu di jurnal Annals of Internal Medicine, Gugus Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat (USPSTF) merekomendasikan aspirin dosis rendah (81 miligram) per hari setelah 12 minggu kehamilan bagi ibu hamil yang sehat namun berisiko tinggi untuk terkena preeklamsia. Preeklamsia adalah tekanan darah tinggi pada ibu hamil dan kelebihan kadar protein dalam urine.

Saran baru ini posisinya lebih kuat dibandingan panduan yang diadopsi oleh American College of Obstetri dan Ginekologi (ACOG) satu setengah tahun lalu. Dalam rekomendasi terbaru, USPSTF melaporkan bahwa aspirin dosis rendah pada wanita yang beresiko tinggi dapat mengurangi preeklamsia hingga 24%.

"Setelah satu setengah tahun tahun sejak rekomendasi ACOG keluar, ada bukti baru yang membantu dunia kedokteran membuat rekomendasi yang lebih baik bagi pasien," tutur Virginia R. Lupo, MD, spesialis Ginekolog dan ketua obstetrik-ginekologi di Hennepin County Medical Center, Minneapolis, Minnesota.

Namun pihak USPSTF menyadari bahwa keputusan klinis juga menjadi pertimbangan terhadap penerapan temuan ilmiah ini. Petugas kesehatan diimbau memperhatikan bukti baru tersebut, namun keputusan di lapangan harus disesuaikan dengan kondisi pasien. [Beritagar]