Kepala Desa baru, Ketua RT.3 Banyurojo-pun baru

Ketua RT.3 Banyurojo masa bhakti 2017 - 2021 (Ivan Purnawan) terlihat sedang membawa sapu untuk membersihkan jalan dan drainase, dalam kegiatan kerja bhakti rutin bulanan (16/4) yang dilaksanakan setiap pekan ketiga. (Photo: Eddy Priyono)
-----
Memasuki bulan ketiga kepemimpinan Kepala Desa Banyurojo periode 2016 - 2022, perubahan demi perubahan pun dilakukan menuju kearah yang lebih. Tak ingin salah langkah mengambil kebijakan, perlahan namun pasti di bawah kepemimpinan Bp. Iksan Maksum secercah harapan-pun muncul, dimana sebelumnya warga sempat merasa di anak tirikan dan terbuang, lantaran tumpang tindihnya jabatan juga wewenang di pemerintah Desa Banyurojo yang dampatnya merugikan (hampir) semua pihak.

Tanggap terhadap kondisi yang ada, Ketua RT.3 (lama) Bp. Yulius Cipto berinisiatif mengundurkan diri terlebih dahulu  karena kesibukan yang dimilikinya, dan takut jika kesibukannya menghambat kinerjanya sebagai Ketua RT yang kini mulai maraton bersama pemerintah setempat untuk menyukseskan program-program Kepala Desa baru menuju Banyurojo unggul 2022.

Atasnya pada kesempatan rapat rutin dan arisan bulanan bertempat di rumah Bp. Asrori (Ahad, 8/1) dilakukanlah pemilihan ketua RT baru dimana secara aklamasi terpilihlah beliau Bp. Ivan Purnawan sebagai Ketua RT.3 Banyurojo baru, yang di harapkan mampu ikut berlari menyukeskan program Kepala Desa Banyurojo menuju Desa unggul 2022.

Kepala Desa baru, Ketua RT baru, semangat baru memberi yang terbaik-pun harus tertanam agar pelayanan publik dapat terselenggara optimal berbanding lurus dengan beratnya jabatan yang di emban karena balasannya adalah surga-Nya atau jutru Neraka.

Pengingat Diri

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya kalian akan berambisi merebut jabatan, dan nanti pada hari kiamat jabatan-jabatan itu akan menjadi penyesalan." (HR. Bukhari)

Dan semoga kita bukan makhluk ringkih pemuja jabatan yang berambisi merebutnya karena akan menyesal pada hari kiamat dan menjadi penghinaan diri.

Diriwayatkan oleh Abu Dzar, saya berkata, “Wahai Rasulullah kenapa engkau tidak memberi jabatan kepada saya?” Beliau langsung menepukkan tangannya di atas pundakku, kemudian bersabda, “Ya Abu Dzar, sesungguhnya engkau ini lemah dan jabatan itu amanah, pada hari kiamat ia akan menjadi penghinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan hak jabatan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim)

Astaghfirulloh...