Banyurojo selenggarakan Rakor dan Belajar Bersama Sistem Informasi Desa (SID) Online

Perwakilan dari Dispermades (Budi Winarto) diapit kepala Desa Banyurojo (Iksan Maksum / sebelah kiri) dan Kabid Aplikasi dan Informatika Diskominfo (Sugeng Riyadi / sebelah kanan) sedang memberikan sambutan dalam acara Rakor dan belajar bersama sistem informasi desa online di gedung Wisma Nugraha, Desa Banyurojo. (Photo : Saddam Rajief)
-----
Sejumlah peserta hadir dalam acara Rapat Koordinasi dan Belajar Bersama Sistem Informasi Desa Online (SID) yang diselenggarakan Pemerintah Desa Banyurojo, Sabtu (8/4/2017). Acara ini diikuti para penggiat SID dari beberapa desa di Kabupaten Magelang yang saat ini telah online, juga tamu undangan dari SKPD terkait seperti Dispermades, BPBD dan Diskominfo, ditambah nara sumber dari Pujiono Centre Yogyakarta (Mart Widie) yang telah setia mendampingi para penggiat SID sejak awal program ini berjalan agar mampu mandiri mengelola sistem informasi desa-nya.

Hadirnya SID di Kabupaten Magelang merupakan langkah positif yaang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna pendataan kebencanaan, dimana kini telah berkembang dan mampu disinergikan dengan program; pendataan warga, pelayanan administrasi cetak surat, liputan kegiatan desa, hingga pelaporan keuangan yang sejalan dengan amanat UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Kembali pada acara, bertempat di Gedung Wisma Nugraha, Desa Banyurojo, kegiatan dimulai pukul 10 pagi yang dibuka pembawa acara (Ivan Purnawan) dilanjut sambutan-sambutan yang diawali Kepala Desa Banyurojo (Iksan Maksum), perwakilan Dispermades (Budi Winarto), perwakilan Diskominfo (Sugeng Riyadi) dan sambutan terakhir oleh perwakilan BPBD Kabupaten Magelang (Ibu Icha).

Dalam sambutannya Budi Winarto menuturkan, "Sejak terbitnya Pergub terkait Sistem Infromasi Desa, kini sistem informasi desa diserahkan kepada dinas terkait yang membidangi yaitu Dispermades".
Dispermades mendapat bantuan keuangan yang cukup besar untuk pelatihan dan sosialisasi teknis dasar sistem informasi desa yang pelaksanaannya direncanakan akhir April 2017 yang akan mengundang seluruh desa," ujarnya melanjutan.
Menyambung sambutan sebelumnya yang telah membuka wawasan para peserta, dari Diskominfo (Sugeng Riyadi) menambahkan beberapa informasi bahwa, dengan hadirnya Sistem Informasi Desa di Kabupaten Magelang dan anthusiasme penggiatnya yang terlihat dari komunikasi di Grup WhatsApp juga acara saat ini, saya optimis bahwasanya masa depan Kabupaten Magelang menuju E-Governance cukup besar. Nantinya kita berharap ada sistem one klik dimana ketika ada turis atau wisatawan datang ke kabupaten Magelang dan kendaraannya macet dengan menekan aplikasi one klik akan terfasilitasi misalkan ingin mencari bengkel, dimasa saja tempatnya yang terdekat. Sambil menunggu kendaraan diperbaiki klik lagi, rumah makan mana saja yang terdekat atau tempat pijat mana saja yang ada di sekitarnya.

Sugeng Riyadi juga menuturkan jika Konsep smart city, teramat bisa dikembangkan di Kabupaten Magelang seperti untuk awal di Kecamatan Mertoyudan misalnya. Terkait kebutuhan banwith, desa bisa mengajukan berapa kebutuhannya ke Diskominfo. "Untuk kemajuan desa dan Kabupaten Magelang silakan Diskominfo direpotkan, caranya melalui koordinator Kecamatan di koordinir dan sampaikan ke Kecamatan masing-masing untuk bisa ditindak lanjuti ke Diskominfo Kabupaten Magelang," lanjutnya.

Dalam acara ini dari perwakilan BPBD (Ibu Icha) tak banyak menyampaikan sambutan. Hanya saja beliau memberikan arahan agar dalam acara tersebut nantinya dapat dibentuk 2 Tim yang terdiri dari tim teknis dan tim fasilitator.

Pasca sambutan-sambutan selesai, pembawa acara menyerahkan waktu sepenuhnya kepada Mart Widie selaku nara sumber untuk mengisi agenda belajar bersama sistem informasi desa online. Dalam kesempatan tersebut komunikasi dua arah berhasil tercipta hingga dari para penggiat SID yang hadir mewakili desanya terinventarisir beberapa kendala seperti; belum solidnya tim, belum adanya dukungan dari desa, tim belum percaya diri, perlu adanya pelatihan jurnalistik dan beberapa hal lainnya yang akhirnya mampu didapat solusinya.

Menindak lanjuti arahan perwakilan BPBD Kabupaten Magelang, sebelum pungkasan acara terbentuklah 2 Tim yang difasilitasi Mas Tege (panggilan akrab Triyono Aswad). Tim IT (Teknis) bertugas mengerjakan ragam hal teknis terkait pengembangan sistem informasi desa yang dibutuhkan di Kabupaten Magelang, serta membantu Tim Fasilitator dalam melaksanakan tugasnya memfasilitasi penggiat SID di Kabupaten Magelang. Sedangkan Tim Fasilitator bertugas memfasilitasi para penggiat SID di Kabupaten Magelang agar mandiri dan mampu memanfaatkan sistem informasi desa dengan baik sejalan dengan amanat UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Bergerak cepat agar efisien, 2 Tim yang ada sekaligus menyusun rencana kerja dan sempat dipaparkan oleh masing-masing perwakilannya. Berikut profil dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Tim SID Kabupaten Magelang yang sepat dipaparkan saat acara berlangsung :



***(Ivan Purnawan/SID Banyurojo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar