Sarin, senjata kimia yang sebabkan kengerian di Syria

Sejumlah jet tempur kembali mengudara, menyerang dan menembak. Kali ini senjata kimia digunakan diarahkan ke kantong oposisi di Provinsi Idlib, tepatnya tertuju pada Kota yang bernama Khan Sheikhoun. Lantaran senjata kimia mewarnai serangan dalam perang Syria, pihak oposisi-pun mendesak PBB agar segera turun tangan.

Tak kurang 58 warga sipil tewas, dimana serangan gas yang terjadi kemarin pagi itu mengakibatkan sekitar 300 orang harus dirawat di rumah sakit. Begitu menghirup gas beracun tersebut korban rata-rata mengalami mual dan muntah-muntah. Ada juga yang mulutnya mengeluarkan busa dan pingsan. Kemarin Edlib Media Centre (EMC) merilis foto-foto para korban saat mendapat tindakan medis.

Dalam keterangan fotonya, EMC yang selama ini menjadi corong oposisi mengidentifikasi bahwa gas beracun yang merenggut puluhan nyawa warga sipil itu adalah sarin. Namun, SOHR belum bisa memastikan kebenaran identifikasi EMC tersebut. Investigasi oleh lembaga-lembaga independen masih berlangsung. Selain EMC, belum ada yang berani menyebutkan jenis gas beracun itu.



Idlib yang dikuasai aliansi oposisi dan militan Hayat Tahrir Al Sham (jaringan Al Qaeda) memang sering menjadi target serangan pemerintah dan Rusia. Pasukan Rusia gencar melancarkan serangan udara di Idlib. Namun, terkait serangan gas tersebut, baik pemerintahan Presiden Bashar Al Assad maupun Kremlin mengaku tak melakukan aksi militer di sana.

Syria yang resmi bergabung dengan Chemical Weapons Convention mengosongkan gudang-gudang senjata kimianya pada 2013. Hal itu dilakukan Assad sebagai konsekuensi kesepakatannya dengan Amerika Serikat (AS). Jika Syria menyerahkan seluruh senjata kimianya, AS tidak akan melancarkan aksi militer ke negara republik di tepi Laut Mediterania tersebut.

Namun, dengan mengosongkan gudang senjata kimia, tidak berarti Syria tak punya simpanan yang lain. Buktinya, selama 2014 dan 2015, Syria kedapatan melancarkan serangan gas klorin setidaknya tiga kali. Hasil investigasi PBB pun mengarah ke sana. Atas temuan itu, Assad mengelak. Dia malah menuding oposisi mencuri senjata kimia pemerintah dan sengaja menggunakannya untuk menjatuhkan citra Damaskus. ***(AJ+/Jawa Pos/AFP/Reuters/BBC)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar