Terjemahkan spirit kebersamaan mencapai tujuan dengan Kerja Bhakti

Bersama warga sekitar yang tengah sibuk membersihkan drainase sepanjang gang Tirtosari 2, dengan tangan kosong Wahyu dan Rio anthusias mencabuti tumbuhan liar yang mengganggu. (Foto : RT.3 Banyurojo)
---
Berbeda dengan sosiologi masyarakat tahun 90-an kebelakang. Pun banyak wilayah masih berjuluk desa, terlihat warganya mulai gagap dengan istilah kerja bhakti atau gotong royong. Atasnya perlu bagi pemerintah setempat dan pemangku kebijakan untuk bisa menerjemahkan spirit kebersamaan dan bahu-membahu untuk mencapai tujuan.

Pagi itu sejumlah warga RT.3 Banyurojo terlihat sibuk membersihkan drainase lingkungan, jalan dan sarana publik lainnya, (Ahad, 16/4/2017). Sedikitnya 20 orang yang terdiri dari bapak-bapak dan remaja manfaatkan peralatan yang mereka bawa dari rumah seperti; sapu, arit, cikrak, bahkan ada pula yang membawa ember dan golok.

Ketua RT.3 Banyurojo (Ivan Purnawan) menuturkan,"Kegiatan yang ada merupakan buah kesepakatan bersama dalam musyawarah (Ahad, 16/4) di rumah Bp. Daruntung. Tak sekedar kegiatan kagetan, kini kerja bhakti menjadi agenda rutin bulanan dan dilaksanakan setiap pekan ketiga."

"Untuk bulan April agenda bebersih drainase dan pengukuran panjang juga volume jalan serta selokan. Pengukuran dimaksudkan sebagai acuan dalam pembangunan lingkungan agar data yang dimiliki RT valid dan dapat dipertanggung jawabkan," imbuhnya.

Kerja bhakti merupakan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Dilangsir beritagar.id, "Gotong royong adalah spirit Indonesia. Masalah diatasi bersama. Namun zaman terus bergerak. Bentuk keterlibatan warga tak bisa seperti dulu lagi."

Berikut dokumentasi kegiatan kerja bhakti warga Rt.3 Banyurojo. ***(Ivan Purnawan)

WhatsApp Image 2017-04-16 at 16.57.11

WhatsApp Image 2017-04-16 at 16.53.39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar